
ROWOKELE – SMA Negeri 1 Rowokele menyelenggarakan rangkaian kegiatan kokurikuler bertema “Aku Cinta Indonesia: Belajar Berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIS” selama tiga hari, mulai Rabu, 26 Agustus 2026 hingga Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar nyata kepada murid-murid dalam mengenal dan mempraktikkan proses berdemokrasi melalui tahapan pemilihan Ketua OSIS.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (26/8) dengan briefing panitia oleh MPK, dilanjutkan upacara dan pembukaan kokurikuler di Lapangan Utama. Setelah itu, kegiatan diisi dengan Literasi Seni, pendampingan awal di kelas, serta Sosialisasi “Mengenal Demokrasi” oleh Endra Prasetia, M.Pd, anggota KPU Kabupaten Kebumen Divisi Hukum dan Pengawasan di GOR Ki Hajar Dewantoro.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengkondisian murid-murid dan ice breaking. Empat pasangan calon (Paslon) Ketua OSIS, Essa Kharisma Solikhah dan Alif Ilham Pambudi, Annisa Keyla Az-Zahra dan Rakay Seta, Panji Anggra Setiawan dan Kristin Nazaliyah, Muhammad Allief Ramadhan dan Meysa Dinar Latifah, memperoleh kesempatan menyampaikan orasi secara bergantian, yang dilanjutkan dengan jargon dari masing-masing tim sukses. Tahapan ini menjadi ruang bagi murid-murid untuk mengenal gagasan yang disampaikan dalam proses pemilihan.
Pada siang hari, murid-murid mendapatkan pemaparan mengenai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) oleh pendamping. Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan KPPS, pengerjaan lembar kerja, refleksi, serta persiapan salat Asar sebelum kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 15.30.
Pada hari kedua, Kamis (27/8), kegiatan diawali dengan briefing panitia dan program KARIMA di Lapangan Utama. Setelah pendampingan di kelas, murid-murid mengikuti Debat Paslon yang terbagi dalam tiga sesi di GOR Ki Hajar Dewantoro. Rangkaian debat kemudian dilanjutkan dengan kuis dan waktu istirahat, salat, serta makan.
Usai debat, kegiatan berfokus pada persiapan pelaksanaan pemungutan suara. Murid-murid terlibat dalam pengaturan Tempat Pemungutan Suara (TPS), meliputi penataan tempat, pembuatan bilik, dan kotak suara di ruang kelas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan lembar kerja, refleksi, dan persiapan salat Asar sebelum kegiatan berakhir pada pukul 15.30.
Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat (28/8). Setelah persiapan panitia, briefing koordinator dan pendamping, serta pendampingan di kelas, murid-murid mengikuti persiapan dan proses pemungutan suara yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.55.
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan perhitungan suara dan penghitungan suara di tiap TPS. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi karena murid-murid mengikuti secara langsung proses pemilihan hingga tahap penghitungan suara.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembiasaan, pengerjaan lembar kerja, dan refleksi. Pada pukul 13.10–13.35, agenda dilanjutkan dengan Orasi Kemenangan dan Sumpah Ketua OSIS, dari Paslon 3 yaitu Panji Anggra Setiawan dan Kristin Nazaliyah, kemudian seluruh rangkaian kegiatan ditutup melalui Apel Penutupan di Lapangan Utama SMAN 1 Rowokele.
Melalui seluruh tahapan tersebut, warga sekolah terlibat dalam proses pembelajaran demokrasi yang mencakup pengenalan demokrasi, penyampaian gagasan, debat, pembentukan KPPS, persiapan TPS, pemungutan suara, hingga penghitungan suara. Proses tersebut sekaligus menjadi ruang belajar mengenai partisipasi, tanggung jawab, kepemimpinan, dan pelaksanaan demokrasi di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, pemilihan Ketua OSIS tidak hanya menjadi kegiatan untuk menentukan pemimpin murid, tetapi juga menjadi pengalaman belajar nyata bagi murid dalam memahami bagaimana proses demokrasi dijalankan secara bertahap dan bertanggung jawab.
Tag:
#SMAN1Rowokele #Kokurikuler #AkuCintaIndonesia #BelajarBerdemokrasi #DemokrasiDiSekolah #PemilihanKetuaOSIS #PendidikanKarakter #Kebumen




